WAREHOUSE
(PERGUDANGAN)
Ø DEFINISI
WAREHOUSE (GUDANG)
Ø
TUJUAN WAREHOUSE MANAGEMENT OPERATION AND CONTROL
Ø
DASAR HUKUM
Ø
RUANG LINGKUP WAREHOUSE MANAGEMENT
OPERATION AND CONTROL
II. TINJUAN
UMUM TENTANG PERGUDANGAN
(Aktifitas pengelolaan gudang dan
manfaat gudang)
III.MANAJEMEN
OPERASI GUDANG (WARE HOUSE)
Manajemen
persediaan gudang, Manajemen operasi gudang dan tata letak penanganan barang
IV.
WAREHOUSE CONTROL
(Kontrol
Gudang)
V. PENUTUP
WAREHOUSE
(PERGUDANGAN)
q
WAREHOUSE (GUDANG) ADALAH KATA BENDA DIMANA MERUPAKAN
SALAH SATU AREA ATAU BANGUNAN YANG BERFUNGSI SEBAGAI PENYIMPAN BARANG BAIK ITU
UNTUK DI PRODUKSI MAUPUN HASIL DI PRODUKSI DALAM JUMLAH DAN RENTANG WAKTU
TERTENTU YANG KEMUDIAN DIDISTRIBUSIKAN KE LOKASI YANG DITUJU BERDASARKAN
PERMINTAAN.
q
SEDANGKAN PERGUDANGAN MERUPAKAN KATA KERJA DI ARTIKAN
SEGALA HAL YANG MENYANGKUT TENTANG PEKERJAAN YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN SIMPAN
MENYIMPAN BARANG DI GUDANG.
1.2 TUJUAN
WAREHOUSE MANAGEMENT OPERATION AND CONTROL
- Memahami pentingnya fungsi dan peran pergudangan di perusahaan
- Kegiatan-kegiatan utama dalam manejemen pergudangan
3.
Memahami faktor-faktor yang sangat mempengaruhi efektivitas kegiatan pergudangan
- Dapat mengetahui peran sistem informasi dalam pergudangan
5.
Mengaplikasikan dan mengidentifikasi peluang penyempurnaan sistem dan sikap kerja dalam lingkup pergudangan
6.
1.3. Dasar Hukum
a)
Undang-undang no. 9 tahun 2006
tentang sistem resi gudang
b)
Peraturan Menteri Perindustrian
dan Perdagangan no. 16 tahun 2006
tentang kepemilikan gudang
c)
Peraturan Kepala BNPB no. 13
tahun 2008 tentang pedoman manajemen logistik
1.4. RUANG LINGKUP WAREHOUSE OPERATION AND CONTROL
Ruang lingkup
pembahasan warehouse ini meliputi beberapa aspek sebagai berikut :
l Aktifitas
pengelolaan gudang
l Manfaat
gudang
l Manajemen
persediaan gudang
l Manajemen operasi gudang
l Tata
letak penanganan barang
l Kontrol
Gudang
II. TINJAUAN UMUM PERGUDANG
2.1. Aktifitas pengelolaan gudang
Pengelolaan
fungsi gudang yang baik ikut berperan penting dalam kesuksesan perusahaan.
aktifitas pengelolaan gudang yang efektif dan efisien perlu dipahami agar
fungsi gudang bisa lebih ditingkatkan. Aktifitas yang dilakukan dalam
pengelolaan gudang meliputi :
v Penerimaan
barang
v Penyimpanan
Barang
v Pengendalian
(perawatan)
v Pengeluaran
(Distribusi)
v Pelaporan
(Record)
2.2. Fungsi Gudang Menurut Actifitas
2.3. Jenis gudang menurut fungsi
2.3. MANFAAT GUDANG
- Manfaat Ekonomi (Economi Benefits)
Manfaat gudang dari
segi ekonomi adalah apabila keseluruhan biaya logistik mengalami penurunan
dengan adanya pemanfaatan fasilitas gudang. Pemanfaatan gudang dari segi
ekonomi terbagi 4 (empat) jenis yaitu :
- Konsolidasi : gudang berfungsi sebagai tempat penerimaan
dan konsolidasi material dari beberapa manufaktur sebelum didistribusikan
kepada konsumen.
2. Break bulk and cross dock : tempat
penyimpanan barang dalam jumlah besar yang bersifat sementara sebelum dibawa
kedermaga.
3. Processing : Pada gudang tersebut dilakukan
penundaan dengan proses manufaktur
ringan terhadap produk atau material.
4. Stockpilling : gudang berfungsi untuk
penyimpann produk yang bersifat musiman. Ketika tiba musim dimana jumlah
permintaan akan produk tinggi, dengan adanya gudang maka produk dapat
didistribusikan keada konsumen.
B. Manfaat Pelayanan (Serve Benefits)
Manfaat pelayanan yang diperoleh dengan
pemanfaat gudang dalam logistik mungkin tidak dapat mengurangi biaya, namun
dapat memperbaiki pelayanan dengan mengurangi waktu pengiriman dan kapabilitas
tempat. Manfaat pelayanan terbagi 5 yaitu :
- Spot Stock : dimana pemanfaat gudang
ini umum digunakan dalam saluran distribusi khususnya untuk produk
personal.
- Assortment : gudang ini berfungsi
sebagai tempat penyimpanan kombinasi produk sebagai antisupasi terhadap
permintaan.
3.
Mixing
: pemanfaatan gudang yang melibatkan beberapa manufaktur atau supplier yang
berbeda.
- Production support : gudang tersebut
berfungsi sebagai gudang supply bagi penyediaan bahan baku atau material
yang akan digunakan dalam proses produksi.
- Market presence : gudang yang
posisinya lebih dekat dengan konsumen sehingga dapat memberikan respon
yang lebih baik terhadap kebutuhan konsumen dengan mengirimkan produk
lebih cepat.
III. WAREHOUSE MANAGEMENT
3.1 Manajemen Persediaan Gudang
Defenisi
persediaan gudang : barang/bahan yang disimpan untuk pengunaan lebih lanjut
baik untuk dijual maupun sebagai input proses produksi. Tujuan dari persediaan
barang ini adalah :
l Memberikan pelayanan maximum
l Menekan biaya operasional
l Investasi persediaan minimum
l Meningkatkan keuntungan/laba
Fungsi persediaan antara lain :
Ø Menyelaraskan antara penyediaan dan
kebutuhan barang
Ø Menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan
barang jadi
Ø Menyesuaikan barang jadi dengan komponen pembentuknya
Ø Menyelaraskan kebutuhan operasi dengan
output dari operasi sebelumnya
Ø Balance komponen dan bahan baku dengan
supplier material
3.2. Manajemen Operasi Gudang
Manajemen
operasi gudang ini meliputi teknik penyimpanan barang. Faktor-faktor yang diperhatikan
dalam teknik penyimpanan barang sebagai berikut :
l Wilayah yang akan dilayani
l Daya serap dan potensi konsumen
l Volume masing-masing barang yang akan
ditangani
l Metode pengangkutan
l Mutu/kualitas jalan dan terminal
l Kemudahan mencapai pelabuhan, jalan kereta
api dan lapangan terbang
Prosedur pengawasan
gudang antara lain :
l Keselamatan kerja digudang
l Pencegahan bahaya kebakaran
l Struktur dan konstruksi bangunan
l Sarana sanitasi (toilet, air bersih dll)
l Penerangan yang sesuai standar
l Kondisi udara (suhu) yang disesuaikan
dengan jenis produk yang disimpan
Bongkar Muat (loading
and unloading)
Desain sebuah proses
loading dan unloading harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Perhatikan area moving ekspedisi dan
forklift
- Perhitungan kondisi puncak
- Perhitungkan pengembangan untuk waktu
yang akan datang
- Perhatikan tipe kendaraan ekspedisi
- Perhatikan jarak proses loading dan
penanganan produk
Tiga Tahapan Pekerjaan
Pokok di Gudang
- Penerimaan dan penyimpanan pertama
atas barang
- Pemecahan, seleksi dan penyusunan
kembali
- Gerak barang masuk dan keluar dari
gudang
3.3.
TATA
LETAK PENANGANAN BARANG
Tata letak (layout) merupakan suatu
keputusan yang menentukan efisiensi sebuah koperasi dalam jangka panjang.
Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout
diantaranya kapasitas, proses, flexibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja,
kontak konsumen dan citra perusahaan.
Pada saat merancang gudang harus
memperhitungkan ruang untuk penyimpanan barang, tempat untuk penerima,
meletakkan, merakit dan mengemas barang (packing). Penempatan barang harus
memperhatikan hal berikut :
l
Barang-barang
gerak cepat diletakkan setinggi pinggang sampai mata
l
Barang-barang
gerak lamban dipindahkan pada kedudukan lebih tinggi atau lebih rendah
l
Mesin pendukung
pendukung pekerjaan dipasang setinggi pinggang sehingga mengurangi keletihan
petugas pengambil barang
IV. WAREHOUSE CONTROL
Kendali Kinerja dan Aktivitas
Tujuan :
- Untuk
mengukur dan membandingkan aktifitas yang membutuhkan tempat dan waktu
terhadap standar dan order yang ada
- Untuk
memperoleh gambaran atas penyimpanan yang ada
- Untuk
mengukur dan merekam keakuratan standar
- Untuk
menyediakan departemen yang bertanggung jawab atas kendali informasi
Kontrol Gudang
Kontrol gudang
merupakan evaluasi terhadap semua kegiatan/aktifitas pergudangan dari segi
input dan output. Evaluasi ini dilakukan terhadap produktifitas gudang yang
terdiri dari :
l
Balance
antara input dan output
l
Kinerja
pengiriman, tingkat kesalahan waktu siklus order
l
Akurasi
persediaan barang
l
Pemanfaatan
area yang efisien
l
Produktifitas
tenaga kerja
PELAPORAN
Dari setiap transaksi keluar masuknya material dari dan ke gudang
material, ada poin- poin penting yang harus disajikan dalam bentuk pelaporan.
Laporan-laporan tersebut adalah :
l
Laporan
incoming material
Mencakup semua transaksi incoming material
l
Laporan
stock material
Melaporkan kondisi stock material yang
digunakan sebagai pertimbangan untuk menyusun
penjadwalan produksi dan data untuk
monitoring
l
Laporan
outgoing material
Mencakup semua record (rekaman) transaksi
material yang keluar dari gudang, baik ke produksi atau ke workstation lainya
Dari update ketiga laporan diatas, dapat ditarik
laporan yang dipergunakan sesuai keperluan dan tujuan masing-masing pihak
terkait. Khusus bagi material kontrol, ketiga data tersebut diperlukan untuk
monitoring status order, ketersediaan material untuk produksi, monitoring
penggunaan material, pelaporan ke manajemen dan sebagai dasar penyusunan
material requirement planning secara periodik.